Hukum Melaksanakan Aqiqah

25 Feb 2015

Hukum Melaksanakan Aqiqah,

Aqiqah atau Akikah dalam istilah agama Islam adalah sembelihan untuk seorang anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa syukur kedua orang tuanya kepada Allah SWT atas kelahiran seorang bayi. Hukum dari aqiqah itu sendiri menurut kalangan Syafii dan Hambali adalah sunnah muakkadah. Dasar yang dipakai oleh kalangan Syafii dan Hambali dengan adalah hadist Nabi Muhammad SAW. Anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh. HR al Tirmidzi, Hasan Shahih.

Kata Aqiqah berasal dari kata Al Aqqu yang berarti memotong, Aqiqah asalnya adalah rambut di kepala anak yang baru lahir. Kambing Aqiqah yang dipotong disebut aqiqah karena rambut bayi tersebut dipotong ketika kambing aqiqah itu disembelih.
Aqiqah Yang Sesuai Dengan Tuntunan Sunnah Nabi Muhammad SAW,

Pelaksanaan akikah atau aqiqah sebaiknya dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran. Hal ini berdasarkan hadits Samirah dimana Nabi Muhammad SAW bersabda, Seorang anak terikat dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh dan diberi nama. HR. al Tirmidzi.

Namun demikian, apabila aqiqah tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh, Aqiqah bisa dilaksanakan pada hari ke 14. Dan jika tidak dapat juga, maka pada hari ke 21, atau kapan saja saat orang tua si anak tersebut memiliki kemampuan untuk melakukan aqiqah. Karena prinsip ajaran Islam adalah untuk memudahkan bukan untuk menyulitkan.

Dari Ummi Kurz Al Kabiyyah Ra, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

Bagi anak laki laki dua ekor kambing yang sama, sedangkan bagi anak perempuan satu ekor kambing. HR. Tirmidzy dan Ahmad.

Daging Aqiqah, Disunnahkan memasak daging Aqiqah, dan tidak memberikannya dalam keadaan mentah,

Disunahkan agar memberikan daging kambing aqiqah dalam keadaan sudah dimasak. Hadits Aisyah ra., Sunnahnya dua ekor kambing (aqiqah) untuk anak laki laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh para keluarganya), dan dishadaqahkan pada hari ketujuh.HR al Bayhaqi.

Daging kambing aqiqah dianjurkan untuk diberikan kepada tetangga dan fakir miskin serta kaum dhuafa, Kambing Aqiqah juga bisa diberikan kepada orang-orang non muslim. Apalagi jika hal tersebut dimaksudkan untuk menarik simpatinya dan dalam rangka jalan dakwah islam. Dalilnya adalah firman Allah, Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang.QS. Al Insan : 8. Menurut Ibn Qud mah, tawanan pada saat itu adalah orang orang-orang kafir. Namun demikian, para keluarga juga boleh memakan Aqiqah sebahagiannya.

Memasak daging kambing aqiqah adalah termasuk sunnah. Karena jika daging kambing Aqiqah sudah dimasak maka orang-orang yang dibagikan daging kambing Aqiqah yaitu orang-orang miskin serta kaum dhuafa dan para tetangga tidak lagi merasa direpotkan untuk memasaknya, orang-orang dapat menyantap daging kambing aqiqah dengan gembira. Sebab orang diberi daging kambing aqiqah yang sudah masak, siap makan, dan enak rasanya, tentu rasa gembira akan lebih dibanding jika daging kambing aqiqah mentah yg masih membutuhkan biaya dan tenaga lagi untuk memasaknya.

Hewan Untuk Aqiqah adalah Kambing atau Domba,

Masalah kambing atau Domba yang layak untuk dijadian sembelihan aqiqah atau akekah adalah kambing atau Domba yang sehat, baik, tidak ada cacatnya. Semakin besar dan gemuk kambing aqiqah tentu semakin baik.

Untuk Aqiqah Bayi laki laki disunnahkan disembelihkan dua ekor kambing aqiqah dan untuk bayi perempuan cukup satu ekor kambing Aqiqah saja. Dari Ammi Karz Al Kabiyah berkata bahwa saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, Untuk bayi laki-laki disembelihkan dua ekor kambing yang setara dan buat bayi perempuan satu ekor kambing.

Namun bila keadaan tidak memungkinkan, maka Aqiqah boleh saja satu ekor kambing aqiqah untuk bayi laki laki, karena Rasulullah SAW pun hanya menyembelih satu ekor kambing aqiqah untuk cucunya Hasan dan Husein. Adalah Rasulullah SAW menyembelih kambing aqiqah untuk Hasan dan Husein masing masing seekor kambing. HR Ashabus Sunan. Baik dalam aqiqah maupun kurban tidak ada persyaratan bahwa hewannya harus jantan atau betina. Keduanya bisa dijadikan sebagai hewan aqiqah atau kurban.

Sempurnakan Syarat domba dan Kambing Aqiqah :

  • Disyariatkan kambing aqiqah dari jenis domba atau kambing.
  • Umur kambing aqiqah menurut kebanyakan ulama menyamakan dengan persyaratan kambing qurban yaitu yang sudah melewati setahun, atau minimal enam bulan yang bila dicampur tidak tampak bedanya.
  • Kambing Aqiqah harus sehat, Kambing tidak buta walaupun sebelah, pincang yang nyata, kurus kering, terpotong ekor atau telinga lebih dari sepertiganya, ompong gigi karena tua atau sakit, lumpuh dan gila sehingga tidak bisa digembalakan.
  • Bukan cacat yang dilarang apabila tanduk patah, gigi lepas dalam masa pergantian, bulu rontok, sakit ringan dan luka kecil yang tidak membahayakan kelangsungan hidupnya.
  • Penyaluran Aqiqah boleh dalam keadaan mentah atau matang. Dengan mengadakan walimah ataupun menyalurkan daging kambing Aqiqah hendaknya diutamakan di lingkungan bayi dibesarkan dengan tidak melupakan fakir, miskin, kaum dhuafa, dan anak yatim.

Hukum memakan daging aqiqah,

Daging Kambing Aqiqah selain disedekahkan juga boleh sebagian untuk dimakan oleh para keluarga yang melakukan aqiqah. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah ra., Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh para keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh. HR. Al Bayhaqi.

Hukum Aqiqah Dilaksanakan Di lain Negara/Kota,

Tidak ada batasan-batasan tertentu yang mengharuskan agar supaya pelaksanaan aqiqah harus dilakukan di wilayah negeri atau kota atau daerah tempat kelahiran anak. Karena itu, para keluarga muslim Indonesia bisa melakukan Aqiqah atau membagikan daging kambing aqiqah dimana saja sesuai dengan kemaslahatan yang ada

Pemberian Nama Anak,

Bahwa ada kaitan antara arti pemberian sebuah nama dengan yang diberi nama. Hal tersebut ditunjukan dengan adanya sejumlah nash yang menyatakan hal tersebut.

Nabi Muhammad SAW bersabda: Kemudian Aslam semoga Allah menyelamatkannya dan Ghifar semoga Allah mengampuninya.HR.Bukhori 3323, 3324 dan Muslim 617.

Ibnu Al Qoyyim berkata: Barangsiapa yang memperhatikan sunah, ia akan mendapatkan bahwa makna makna yang terkandung dalam nama berkaitan dengannya sehingga seolah-olah makna tersebut diambil darinya dan seolah olah nama nama tersebut diambil dari makna-maknanya. Oleh karena itu, memberikan nama-nama yang baik untuk seorang anak adalah menjadi salah satu kewajiban selaku orang tua. Diantara nama nama yang baik diberikan adalah nama nabi Muhammad SAW. Sebagaimana sabda beliau : Namailah dengan namaku dan janganlah engkau menggunakan kunyahku. (HR. Bukhori 2014 dan Muslim 2133).
Mencukur Rambut,

Mencukur rambut adalah anjuran dari Nabi Muhammad SAW yang sangat baik untuk dilaksanakan untuk bayi yang baru lahir pada hari ketujuh. Dalam hadits Samirah disebutkan bahwa Rasulullah SAW. Bersada, Setiap anak terikat dengan aqiqahnya. Pada hari ketujuh disembelihkan hewan untuknya, diberi nama, dan dicukur. (HR. at Tirmidzi).

Dalam kitab al Muwathth Imam Malik meriwayatkan bahwa Fatimah menimbang berat rambut Hasan dan Husein lalu beliau menyedekahkan perak seberat rambut tersebut.

Tidak ada ketentuan apakah bayi rambutnya harus digunduli atau tidak. Tetapi sebaiknya pencukuran tersebut harus dilakukan dengan rata, tidak boleh hanya mencukur sebagian kepala dan sebagian yang lain dibiarkan. Tentu saja semakin banyak rambut yang dicukur dan ditimbang insya Allah akan semakin besar pula shadaqahnya.

Aqiqah Bagi Orang Dewasa

Aqiqah bagi orang yang sudah dewasa atau untuk orang tua kita, banyak dilaksanakan karena khawatir bahwa dahulu orang tuanya lupa atau dahulu orang tuanya belum memiliki kesempatan/kemampuan untuk melaksanakan Akikah untuk diri kita atau kedua orang tua kita.

Walaupun Aqiqah merupakan tanggung jawab seorang Ayah, namun tidak ada salahnya disaat sekarang dimana kita memiliki kemampuan secara materil, untuk melakukan Aqiqah untuk diri kita sendiri atau melakukan Aqiqah untuk kedua orang tua kita.

Adapun daging kambing Aqiqah, boleh sebahagian dimakan sendiri, atau seluruh kambing aqiqah dishadaqahkan untuk fakir miskin dan kaum dhuafa yang lebih membutuhkan.

Al-Hasan Al-Bashri, dan Ibnu Sirin, juga pendapat Imam Syafii, Imam Al-Qaffal asy-Syasyi (mazhab Syafii), dan satu riwayat dari Imam Ahmad. Mereka mengatakan bahwa orang yang waktu kecilnya belum diaqiqahkan, disunnahkan (mustahab) mengaqiqahkan dirinya sendiri setelah dewasa.

Dalilnya adalah hadis riwayat Anas RA, bahwa Nabi Muhammad SAW mengaqiqahkan dirinya sendiri setelah nubuwwah (diangkat sebagai nabi).

Imam Asy Syafii berpendapat bahwa aqiqah tetap dianjurkan walaupun diakhirkan (setelah dewasa). Namun disarankan agar tidak diakhirkan hingga usia baligh.

Jika aqiqah diakhirkan hingga usia baligh, maka kewajiban orang tua menjadi gugur. Akan tetapi ketika itu, seorang anak mempunyai pilihan, boleh mengaqiqahkan dirinya sendiri atau tidak.

(Lihat Shahih Fiqih Sunnah, 2/383)

aqiqah Di Bulan Ramadhan,

Barang siapa memberi buka puasa pada orang yang berpuasa maka baginya semisal pahala mereka tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala mereka. (At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Darimi).

Melaksanakan Aqiqah di Bulan Ramadhan, Selain mendapatkan Pahala dari Ibadah Aqiqah itu sendiri juga akan mendapatkan Pahala dari Memberi Makan Orang Yang Berbuka Puasa.

Akikah Di Bulan Ramadhan akan kami siapkan untuk disantap saat berbuka Puasa. Memberi Makan (Menjamu) Orang yang berbuka puasa adalah Ibadah yang sangat dianjurkan. Masakan Aqiqah dapat dikirim ke Alamat yang Anda minta atau ditujukan untuk Tebar Aqiqah.

Allah SWT berfirman:

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan. (Al-Baqarah:245)

Rasulullah Saw. bersabda:

Dari Anas berkata: Nabi Muhammad SAW ditanya puasa apakah yang paling utama setelah Ramadhan? beliau bersabda: Puasa Syaban untuk mengagungkan bulan Ramadhan. dikatakan: Shadaqah apakah yang paling utama? beliau bersabda: shadaqah pada bulan Ramadhan (Tirmidzi).

Hadits ini menunjukkan keutamaan sedekah di bulan Ramadhan. Sedangkan yang dimaksud dengan shadaqah pada hadits di atas bisa beragam, shadaqah dalam artian zakat yang merupakan kewajiban setiap muslim yang memiliki harta berlebih dan telah mencapai haul serta nishabnya, atau juga sedekah yang berarti infak dalam bentuk, dan dapat juga diartikan dengan shadaqah sunnah namun bentuknya lebih umum, tidak hanya bersifat materi namun juga perkataan, perbuatan, gerak, dan lain sebagainya. Dan termasuk di dalamnya adalah memberi makan (ifthar) atau sahur kepada orang yang berpuasa. Seperti yang termaktub dalam hadits, bahwa Nabi saw bersabda: Barang siapa memberi buka puasa pada orang yang berpuasa maka baginya semisal pahala mereka tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala mereka. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Darimi.

shadaqah di bulan Ramadhan lebih utama dibandingkan shadaqah di luar Ramadhan, karena Nabi Muhammad SAW menyebutnya dengan bulan muwasah (saling tolong menolong dan peduli). Nabi Muhammad SAW sangat dermawan di bulan Ramadhan, tepatnya ketika malaikat Jibril menemuinya. Rasulullah SAW lebih dermawan terhadap hartanya daripada angin yang berhembus.


TAGS kambing murah medan


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post